Senin, 14 September 2009 | 14:33 WIB
Yogyakarta, Kompas - Lukisan mestinya bukan hanya semata goresan yang indah secara visual ditangkap oleh mata. Lukisan akan bermakna dan memancarkan aurabagi mata yang memandang, apabila ada perenungan spiritual dalam pembuatannya. Zikir adalah salah satu perenungan spiritual yang dilakukan KH Muhammad Fuad Riyadi (38).
Fuad yang adalah pengasuh Pondok Pesantren Rudlotul Fatihah, Pleret, Bantul, ini menggelar lukisan-lukisan abstraknya dalam pameran"Aura Dzikir", di Bentara Budaya Yogyakarta (BBY). Pameran tersebut berlangsung Sabtu (12/9) hingga Kamis (17/9).
Fuad sudah melukis sejak remaja. Namun, dalam jagat pameran bisa dibilang ini pameran awalnya. Demikian juga cara dia mencari ilham danmood untuk mulai menggoreskan kuas, yakni dengan berzikir. Cara yangsungguh unik, tetapi Fuad punya alasan kuat.
"Lukisan pasti mempunyai aura dan aura itu memengaruhi mata. Jika proses pembuatannya dilingkupi aura negatif, aura yang terpancar jugaakan negatif. Zikir memberi aura positif, kedamaian, kegembiraan, keindahan, dan mencerahkan," ujarnya.
Aura lukisan memang sulit dicerna orang awam. Namun, Fuad meyakini aura itu ada. "Seandainya Dalai Lama (tokoh spiritual) melihat karyasaya, maka dia pasti merasakan aura lukisan saya," tuturnya, di sela-sela pembukaan pameran, Sabtu malam.
Sri Harjanto Sahid, pengamat seni, mengemukakan proses kreatif dengan berzikir bisa menghasilkan karya yang auranya kuat dan berdampak dahsyat. Dampak tersebut dirasakan oleh penikmat lukisan. Agus Sulistiono, anggota DPR RI periode 2009-2014 dari daerah pemilihan DIY, yang langsung membeli lukisan, berpendapat bahwa lukisan Fuad berbeda. Sebab terinspirasi dari proses zikir yang lama atau bisa dikatakan prosesnya di bawah sadar.
"Apa ada unsur dakwahnya? Jelas, karena pengalaman yang saya dapatkan dari lukisannya "memancarkan aura" dan bermanfaat bagi merekayang mengoleksi," tutur Agus yang menyebut lukisan-lukisan Kiai Fuadlayaknya semacam bentuk "dakwah visual"
Proses membawa lukisan Fuad ke ruang pameran, atau dari ruangpameran ke rumah pembeli pun tergolong ribet. Lukisan mesti ditutup rapat dan didoakan sehingga tak mendapat "serangan frekuensi jahat" di tengah perjalanan. Ini agar aura positif dari lukisan kiai itu terjaga total. Sebelum pameran dibuka, tiga lukisan Kiai Fuad sudah terjual. (WER/PRA)
Link : http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/09/14/14333058/goresan.abstrak.kiai.fuad.






